Rabu, 30 Juli 2008

TUGAS 3 FILSAFAT UMUM

Pemikir-pemikir Yunani yang terkenal antara lain:

a. Socrates (469-399 SM)

Socrates mencurahkan filsafat pada manusia. Dia memisahkan alam dengan manusia dan langit dengan bumi. Socrates adalah orang yang suka berfilsafat dan tidak pamrih. Dia merupakan salah satu bangsa Sofis yang terkenal. Scorates menolak kebenaran relatif karena dianggap tidak obyektif. Menurut pandanganya, manusia bersifat kompleks sehingga menjadi sasaran sumber filsafat olehnya. Socrates selalu bertemu dengan orang-orang dan bertanya. Ajarannya adalah mencari kebenaran dengan menggunakan metode diskusi (deialektika). Dengan diskusi, akan diperoleh suatu spekulasi. Hipotesis bukanlah statement umum melainkan alat untuk membuka kedok.

“Keutamaan adalah Pengetahuan”. Menurut Socrates, jiwa manusia perlu diutamakan menjadi sesuatu yang utama (sehat, pintar, bermoral) Eudaminda. Inilah yang membuatnya mempunyai jiwa yang teguh. Retorik atau bahasa adalah sumber utama kebenaran sehingga bahasa harus diinteraksikan.

b. Plato (427-327 SM)

Plato adalah murid Socrates. Plato merupakan pemikir baik dan terbesar. Beliau pernah mengembara ke Sisilia. Beliaulah yang mendirikan “Akademia”. Plato lebih professional daripada Socrates. Pemikiran Plato terbagi menjadi lima tahapan:

- Pemikiran pada masa muda.

- Pemikiran pada tahan peralihan.

- Pemikiran pada karya dan ide.

- Pemikiran pada tahap kritis (masa tua).

- Pemikiran pada Apologi.

Menurutnya, dunia dibagi menjadi dua yaitu indrawi dan supra indrawi dan hal-hal yang ada di dunia tidak hanya sesuatu yang berubah tetapi ada yang tetap. Ada beberapa kebenaran yang bersifat umum. Karya adalah untuk mencari sumber kebenaran yaitu berupa ide dan filsafat ide. Menurut Plato, sumber inspirasi menciptakan kebenaran “ide” konsep yang ada dalam otak manusia. Kebenaran adalah pengabstraksian dari ide yang sinkron dengan rasio. Ide adalah melihat dunia sebagai fenomena yang tampak dan ide selalu mencari abstraksi menjadi sesuatu yang konkret. Ia mengutamakan keadilan harus sesuai dengan proposi. Negara ditulis sebagai politica dan republicia.

c. Aristoteles (384-322 SM)

Aristoteles adalah murid Plato. Dia meninggalkan Akademia dan kemudian pergi ke Asia kecil. Dia membuka “lyceum” dan berperan sebagai penasehat pangeran Alexander-Macedonia. Dia banyak menguasai bidang ilmu diantaranya: logika, fisika, psikologi, biologi, metafisika, etika, dan politik. Perkembangan pemikiranya dibagi menjadi tiga tahap:

> Ketika di Akademia : penerus Plato tentang ide.

> Ketika di Assos : Kritik terhadap Plato.

> Ketika di Athena : perubahan pemikiran dari bentuk spekulasi ke empiris.

Merurut Plato, sebagai dasar untuk mencari kebenaran adalah logika “karya oraganon”. Sumber kebenaran adalah logika dan yang benar adalah yang seharusnya (harus bersifat normatif). Pengetahuan kebenaran ada struktur hierarkisnya atau terkategori. Misalnya badak, burung, singa terkategori sebagai binatang. Sedangkankan melati, mawar, lili adalah bunga. Hipotesis diambil dari penakaran yang terdiri dari dua pertimbangan sehingga timbul pertimbangan ke tiga (silogisme).

d. Thales

Menurut pendapatnya, sebagai arche (asas pertama dari alam semesta) adalah air. Katanya, semua berasal dari air, dan semuanya kembali menjadi air. Bahwa bumi terletak diatas air, dan bumi merupakan bahan yang muncul dari air dan terapung diatasnya.

e. Anaximandros

Pemikirannya, dalam memberikan pendapat tentang arche (asas pertama alam semesta), ia tidak menunjuk pada salah satu unsur yang diamati oleh indra, tetapi ia menunjuk dan memilih sesuatu yang tidak dapat diamati oleh indra, yaitu to apeiron, sebagai sesuatu yang tidak terbatas, abad sifatnya, tidak berubah-ubah, ada pada segala-galanya, dan sesuatu yang paling dalam.

Tidak ada komentar: